Rabu, 01 Mei 2013

Bintang yang paling terang, paling redup dan bintang berkelip


      1.      Besaran fisika jelaskan sejarahnya?
Jawab:
Satuan Waktu (Second)
Pada awalnya, istilah second dalam bahasa Inggris dikenal sebagai “second minute” (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu jam. Bagian yang pertama dikenal sebagai “prime minute” (menit perdana) yang sama dengan menit seperti yang dikenal sekarang. Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu, ada 60 menit di dalam satu jam dan ada 60 detik di dalam satu menit. Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang-orang Babylonia, yang menggunakan hitungan sistem berdasarkansexagesimal (basis 60). Istilah jam sendiri sudah ditemukan oleh orang-orang Mesir dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari mean hari matahari. Ini membuat detik sebagai 1/86.400 dari mean hari matahari.
Di tahun 1956, International Committee for Weights and Measures (CIPM), dibawah mandat yang diberikan oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM) ke sepuluh di tahun 1954, menjabarkan detik dalam periode putaran bumidisekeliling matahari di saat epoch, karena pada saat itu telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam untuk digunakan sebagai standar waktu. Gerakan bumi itu digambarkan di Newcomb’s Tables of the Sun (Daftar matahari Newcomb), yang mana memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch di tahun 1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad ke delapanbelas dan sembilanbelas. Dengan demikian detik didefinisikan sebagai
1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12 waktu ephemeris.

Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights and Measures ke sebelas di tahun 1960. Referensi ke tahun 1900 bukan berarti ini adalah epoch dari mean hari matahari yang berisikan 86.400 detik. Melainkan ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi 31.556.925,9747 detik dari Waktu Ephemeris. Waktu Ephemeris (Ephemeris Time - ET) telah didefinisikan sebagai ukuran waktu yang memberikan posisi obyek angkasa yang terlihat sesuai dengan teori gerakan dinamis Newton.
Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam atom sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi.
Dari hasil kerja beberapa tahun, dua astronomer diUnited States Naval Observatory (USNO) dan dua astronomer di National Physical Laboratory(Teddington, England) menentukan hubungan dari hyperfine transition frequency atom caesium dan detik ephemeris. Dengan menggunakan metode pengukuran common-view berdasarkan sinyal yang diterima dari stasiun radio WWV, mereka menentukan bahwa gerakan orbital bulan disekelilingbumi, yang dari mana gerakan jelas matahari bisa diterka, di dalam satuan waktu jam atom. Sebagai hasilnya, di tahun 1967, General Conference on Weights and Measures mendefinisikan detik dariwaktu atom dalam International System of Units (SI) sebagai
Durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi sehubungan dengan transisi antara duahyperfine level dari ground state dari atomcaesium-133.
Ground state didefinisikan di ketidak-adaan (nol)medan magnet. Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik ephemeris.
Definisi detik yang selanjutnya adalah disempurnakan di pertemuan BIPM untuk menyertakan kalimat
Definisi ini mengacu pada atom caesium yang diam pada temperatur 0 K.
Dalam prakteknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan ketepatan tinggi harus mengkompensasi efek dari radiasi sekelilingnya untuk mencoba mengextrapolasikan ke harga detik seperti yang disebutkan di atas.


      2.      Bintang apa yang paling terang? Bintang apa yang  paling redup? Dan mengapa bintang berkelip sementara planet tidak?
Jawab:
Bintang paling terang adalah matahari tetapi jika malam hari bintang yang paling terang adalah Sirius.  Bintang paling redup adalah Brown Draft.
Kita telah mengetahui bahwa pada atmosfer bumi, terdapat beberapa lapisan mulai dari lapisan troposfer hingga lapisan termosfer. Masing-masing lapisan mempunyai ketebalan yang berbeda. Begitu pun suhu pada lapisan-lapisan tersebut, masing-masing lapisan mempunyai suhu yang bervariasi, contohnya mesosfer mempunyai suhu rendah, sedangkan stratosfer memiliki suhu tinggi. Pemvariasian suhu inilah yang menyebabkan cahaya yang melewati atmosfir bumi mengalami pembiasan/pembelokkan.  Pada bab cahaya pelajaran fisika, mungkin kalian telah mempelajari proses pembiasan. Pembiasan adalah kejadian pembelokkan cahaya ketika cahaya melewati 2 medium yang berbeda kerapatannya. Kerapatan 2 medium bisa berbeda jika terdapat perbedaan besar suhu pada kedua medium tersebut. Semakin besar suhu suatu medium, maka kerapatannya akan semakin renggang dan sebaliknya. Cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal jika merambat dari medium kurang rapat (renggang) ke medium yang lebih rapat, dan sebaliknya.  Kembali lagi pada atmosfer bumi. Selain pada setiap lapisan mempunyai suhu yang berbeda, suhu tersebut juga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai keadaan sekitar. Ini yang membuat sudut bias (r) menjadi berubah-ubah.  Dari penjelasan gambar-gambar di atas, kita dapat mengetahui bahwa ketika sudut bias cahaya (r) berubah maka tempat di bumi yang kan terkena cahaya bintang kan berubah juga. Menggambarkan ketika cahaya mengenai mata sesorang sehingga tampaklah bintang pada penglihatannya. Menggambarkan ketika cahaya tidak mengenai mata seseorag sehingga bintangnya tidak nampak peda penglihatannya. Ini yang membuat bintang seolah-olah berkedip, padahal bintangnya tetap dan masih terus memancarkan cahayanya.

0 komentar: