Macromedia Flash adalah sebuah program mutimedia dan animasi yang
keberadaannya ditujukan bagi pecinta desain dan animasi untuk berkreasi
membuat aplikasi-aplikasi unik, animasi-animasi interaktif pada halaman
web, film animasi kartun, presentasi bisnis maupun kegiatan. Disamping
itu, tidak menutup kemungkinan juga dengan menggunakan secara optimal
kemampuan penggunaan fasilitas menggambar dan bahasa pemrograman pada
Flash (action script) ini kita mampu membuat game-game yang menarik.
Keunggulan dari macro media Flash dibandingkan program animasi lainnya adalah:
1. mudah dipelajari bagi seorang pemula yang masih awam dengan dunia desain.
2.pengguna dapat dengan mudah dan bebas dalam berkreasi membuat
animasi dengan gerakan bebas sesuai dengan alur adegan yang dikehendaki
3.dapat menghasilkan file yang ukurannya kecil. Karena Flash menggunakan animasi yang berbasis vektof
4.Macromedia Flash menghasilkan file bertipe (ektensi). FLA yang
bersifat fleksibel, karena dapat dikonversikan menjadi bertipe .swf,
.html, .gif, .png, .exe, .mov.
> Sejarah perkembangan Macromedia Flash
Perusahaan Macromedia hingga tahun ini 2006 lalu telah melakukan
sejumlah inovasi terhadap program Macromedia Flash. Dimulai tahun 1999,
dengan dikeluarkannya Flash 4 sebagai program Flash pertama yang dikenal
di Indonesia. Meski masih tergolong sederhana, program ini cukup
mendapatkan sambutan baik dari pecinta desain dan animasi. Guna
meningkatkan mutu, tahun 2000 Flash 5 pun dikeluarkan dengan sejumlah
perbaikan interface dan penambahan sedikit fungsi di dalamnya. Menyusul
empat tahun berikutnya, Mcromedia mengeluarkan dua inovasi program Flash
yaitu Flash 6 atau masyarakat lebih mengenalnya dengan Flash MX, yang
dikeluarkan 2002 dan pada tahun 2004 nya, Flash 7 atau Flash MX 2004 pun
dikeluarkan sebagai hasil perkembangan dan penambahan fungsi baru dari
versi sebelumnya. Pada tahun 2005, tibalah saatnya perusahaan Macromedia
mengeluarkan program Flash terbaru sekaligur terakhir hingga 2006 lalu,
yaitu Macromedia Flash Basic 8 dan sebagai versi pelengkapnya, yaitu
Macromedia Profesional 8.
Membuka tampilan Macromedi Flash
Untuk membuka tampilan flash, kita dapat melakukan langkah-langkah berikut:
1. klik start
2. klik all programs
3. klik macromedia
4. klik macromedia flash 8
Gambar 1 : menampilkan macromedia flash 8
> Area Kerja Macromedia Flash
Setiap program desain dan animasi dibuat dengan dilengkapi area kerja
tertentu sebagai ciri khas dari masing-masing-masing program. Area kerja
pada Flash ini dilengkapi dengan tiga komponen utama yang penting untuk
diketahui yaitu: Toolbox, Timeline, Stage. Namun ketiga komponen utama
tidak dapat berdiri sendiri, karena pada saat bekerja dengan menggunakan
Flash versi apapun, ketiga komponen tersebut ditunjang dengan dua
komponen lainnya, yaitu Menu dan Panel.
Gambar 2 : area kerja dan komponen flash
Toolbox : satu
dari komponen utama pada flash yang berisi alat-alat yang digunakan
pada saat menggambar dan mewarnai obyek yang telah kita buat pada stage.
Selain itu, pada toolbox ini terdapat pula alat pendukung yang berguna
untuk mengatur pandangan bekerja di stage.
Gambar 3 : bagian-bagian dari komponen toolbox
Toolbox ini akan dibagi menjadi tiga bagian penting berdasarkan kegunaannya yaitu:
a. Tools
1)
Selection Tool : untuk memilih obyek yang akan dimodifikasi dan memindahkan posisi objek pada stage.
2)
Subselection Tool : untuk memilih objek dan mengubah bentuk dengan mengubah posisi titik-titik pada line, rectangle dan oval.
3)
Line Tool : untuk objek garis pada stage
4)
Lasso Tool : untuk memilih sebagian dari objek garis pada stage
5)
Pen Tool : untuk memilih sebagian dari objek yang ada pada stage
6)
Text Tool : untuk membuat objek berupa tulisan (teks)
7)
Oval Tool : untuk membuat objek berbentuk bulat (lingkara)
8)
Rectangle Tool : untuk membuat objek berupa bujur sangkar atau persegi panjang
9)
Pencil Tool : untuk membuat suatu objek dengan cara menggambar
10)
Brush Tool : untuk menggambar suatu objek dengan alat yang menyerupai kuas cat air
11)
Free Transform Tool : untuk mengubah bentuk suatu objek pada stage
12)
Gradient Tool : untuk mengubah posisi pewarnaan bertingkat (gradient coloring) pada objek yang telah diwarnai
13)
Ink Bottle Tool : untuk mengubah stroke color (warna garis) pada suatu objek
14)
Paint Bucket Tool : untuk mengubah warna pada objek khususnya pada fill color
15)
Eyebropper Tool : untuk mengambil warna dari objek lain yang terdapat pada stage untuk kemudian dijadikan contoh warna untuk objek lain.
16)
Eraser Tool : untuk menghapus stroke color maupun fill color pada objek. Terdapat lima jenis pada eraser tool ini yaitu :
§ Eraser normal
§ Eraser fills
§ Eraser lines
§ Eraser selected fills
§ Eraser inside
b. View
1) Hand Tool : untuk menggeser pandangan pada layar ketika bekerja di stage
2) Zoom Tool : untuk memperbesar maupun memperkecil pandangan kerja terhadap suatu objek. Terdapat dua posisi yaitu
§
Zoom in : untuk memperbesar pandangan suatu objek
§
Zoom out : untuk memperkecil suatu objek
c. Color
1) Stoke color : menunjukkan pilihan warna aktif yang akan muncul pada stroke color dari suatu objek yang dibuat.
2) Fill color : menunjukkan pilihan warna aktif yang akan muncul pada fill color suatu objek yang dibuat.
3) Black and White : untuk mengubah strike color dan fill color pada suatu objek menjadi hitam dan putih secara otomatis
4) No color : untuk menukar stroke color dan fill color pada suatu objek terpilih.
Timeline :
dengan timeline kita dapat mengatur lamanya suatu animasi dijalankan,
mengatur kecepatan suatu animasi suatu ketika dijalankan, dan mengatur
banyaknya layer yang akan digunakan dalam pembuatab desain animasi.
Gambar 4 : Timeline flash dan bagian penyusunnya
#
Play head : bagian pada timeline barupa garis vertikal merah yang berfungsi sebagai penunjuk frame yang sedang di tampilkan
#
Layer : bagian dai timeline yang dapat diibaratkan sebagai
lapis demi lapis kertas transparan yang jumlahnya dapat ditambah ataupun
dikurangi sesuai keinginan kita. Keberadaan layer ini akan memudahkan
kita untuk mengatur desain animasi yang menggunakan objek dalam jumlah
banya, sehingga ketika kita mengatur objek yang satu, maka tidak akan
mengganggu objek yang lain.
#
Insert layer : tombol yang berfungsi untuk menambah jumlah layer yang akan digunakan.
#
Delete layer : tombol yang berfungsi untuk mengurangi jumlah layer yang akan digunakan.
#
Insert layer folder : tombol untuk menambah folder pada layer yang berfungsi untuk mengelompokkan dua atau lenih layer dengan karakteristik yang sama.
#
Show/Hide all layer : tombol yang digunakan untuk
memunculkan atau menyembunyikan sementara objek yan terdapat pada
seluruh layer yang terdapat pada timeline.
#
Show all layers at outline : tombol yang berfungsi untuk menentukan tampilan struke color dan fill color yang akan ditampilkan di stage.
#
Frame : bagian timeline yang mempunyai fungsi untuk mengatur susunan waktu dijalankannya suatu animasi.
#
Keyframe : bagian timeline berupa gambaran lingkaran hitam
yang menunjukkan keberadaan objek di stage pada layer dan frame
tertentu. Keyframe juga berfungsi sebagai pembatas gerakan ketika suatu
animasi di jalankan, baik itu menggunakan animasi secara motion-tweening
maupun shaped-tweening.
#
Blank keyframe : bagian timeline berupa gambar lingkaran
kosong yang menunjukkan tidak terisinya stage dengan sebuah objek pada
layer dan frame tertentu.
#
Onion skin button : tombol-tombol yang berfungsi untuk
menunjukkan between frame animation, yaitu proses penggambaran
pergerakan dan pembentukan animasi dari keyframe awal hingga keyframe
akhir.
#
Current frame position : bagian timeline yang berfungsi sebagai penunjuk posisi frame yang sedang ditampilkan di stage.
#
Frame rate : bagian timeline yang menunjuk besarnya
kecepatan pada saat animasi dijalankan yang menggunakan satuan yfps
(frame per second). Default yang selalu digunakan oleh flash adalah
sebesar 12,0 fps.
Contoh : 20,0 fps, menunjukkan bahwa kecepatan animasi yang dijalankan sebesar 20 frame setiap 1 detik
#
Elapsed time : bagian timeline yang menunjukkan lamannya
waktu untuk menjalankan suatu animasi dari posisi awal hingga posisi
akhir yang ditunjuk pada timeline.
Stage : komponen
pada flash yang berbentuk persegi dengan default color berwarna putih.
Stage ini adalah tempat kita menggambar dan mengatur posisi-posisi darin
objek dan teks yang telah kita buat pada posisi-posisi yang kita
inginkan.
Menu :
komponen penunjang dari flash yang terdiri dari File, Edit, View,
Insert, Modify, Text, Control, Window, Help. Masing-masing bagian dari
komponen menu ini mempunyai fungsi-fungsi yang berbeda tergantung dari
menu yang ditampilkan pada setiap bagian.
Panel :
komponen penunjang pada flash yang berisi perintah-perintah yang berguna
untuk mengatur dan memodifikasi objek animasi dan teks yang dipilih.
Panel-panel yang seringkali digunakan pada pembuatan animasi adalah
panel color, panel library, panel action, dan panel properties.